Langit-langit maskam. Best view saat mbolos kuliah siang di hari jumat.

Langit-langit maskam. Best view saat mbolos kuliah siang di hari jumat.

Ah. Aku jadi terlalu cengeng. Tak semestinya aku begini. Aku lelaki. Tak boleh menangis untuk setiap hal-hal kecil. Kenapa katamu? Karena aku lelaki, aku akan menjadi seorang suami dan seorang ayah. Jika aku menangis atas segala hal kecil, kapan aku bisa menjadi pengayom bagi istri dan anakku?
Ah. Aku merancu. Sudahlah. Jadi cengeng sesekali tak ada salahnya.

Tidak terasa sudah hampir setahun semenjak hari itu. Hari dimana aku mencuri kesempatan yang kini aku sesali. Harusnya semua itu tidak aku lakukan, harudnya aku punya kemampuan untuk menahan diriku. Seharusnya aku menjauh sebelum dijauhi.
Kini semuanya tinggal sesal, kesepian ini tak sepadan dengan kesempatan yang kucuri. Tidak bisakah aku memutar waktu? Setahun saja. Lalu ku kembalikan semua yang ku ambil padamu dan kau kembali menyediakan jasa penemanian untukku?

(Source: pravitasaryeah)

Face Me!!!

Nah. Belakangan ini saya sedang tertarik berolahraga. Olahraga. Iya, karena semenjak kecelakaan kedua September lalu berat badan ini meningkat secara signifikan. Saya sudah mencoba berbagai olahraga santai yang cocok untuk orang dengan kemampuan psikomotorik lemah dan kaki berbesi seperti saya. Jalan kaki marathon, bersepeda tanpa gotri dan rantai, angkat barbel, renang, hingga lempar tangkap bola dengan bocah sd. Hasilnya lumayan menakjubkan, berat badan berubah dari 73 menjadi 74 kg.
Lalu saya berfikir untuk menciptakan permainan olahraga. Iya, sebuah olahraga dalam format permainan yang menyebabkan orang berkeringat saat asyik bermain tanpa menyadari bahwa dirinya lelah, cedera, atau sekarat. Hahaha. Permainan seperti football, voli, gobak sodor, dan badminton. Sebenarnya dulu juga sudah punya olahraga favorit; catur. Tapi karena saya pecundang yang tak pernah sekalipun menang melawan GM Teguh dan hanya bisa bermain dengan kelas pecundang ke bawah, olah raga ini kurang membakar kalori.
Kembali pada masalah olahraga, saya jadi pingin bersaing dengan banyak orang dalam berbagai cabang. Bukan karena sombong, tapi karena ini olahraga/sport. Wadahnya orang untuk belajar sportivitas. Yah, backstab memang sportif untuk kebanyakan orang di jogja. Jadi, if you dare, FACE ME!!! FACE ME!!! FACE ME!!!


ah… sudah lah.

“Pray now, not because we have something to ask for but because we have so much to be grateful for and so much to be forgiven for.”
(via farhaomar)

Fil de san sain in tu mai ais.

“Fate is like a strange, unpopular restaurant filled with odd little waiters who bring you things you never asked for and don’t always like.”
Lemony Snicket (via langleav)

magistrahayu:

:’)